Nama Perempuan

Saya mengenali eyang – eyang putri hanya bermodalkan prefix R. Ayu atau R. Roro jika tidak maka saya sama bisa menduga bahwa leluhur dan kerabat adalah lelaki semua..

Beruntung jika pada saat ditulis eyang tersebut belum menikah atau tidak menikah maka saya akan mendapatkan nama seperti R. Ay. Soehita, R. Ay…. dan R. Ay…….

Lain dengan R. Hirjan di kertas tua tidak ada R. Ay. Hirdjan keanehan ini sudah saya amati karena saya sering mendengar Hirdjan disebut oleh ibu atau pak de saya…dan ternyata ada dua Hirjan (terbukti hanya satu) . Setelah mendapat buku Prof Koentjoro maka ternnyata R. Hirjan adalah  Ny. Hirjan sebenarnya …ternyata R. Ay. Samsirah.

“Penghilangan” nama gadis seperti ini menyulitkan penelusuran karena selain nama gadis hilang, nama keluargnya pun turut hilang. Jika tidak ada yang mencatat maka “hilanglah” garis leluhur gadis itu.